Rabu, 24 Ogos 2011

Benarkah Matahari Yang Mengelilingi Bumi?


PENJELASAN MATAHARI MENGELILINGI BUMI (oleh Ustaz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz | EraMuslim.com)

Diantara ulama yang mengatakan bahwa matahari yang mengelilingi bumi adalah Syeikh Ibnu Utsaimin. Beliau mengatakan bahwa hal itu ditunjukkan melalui lahiriyah dalil-dalil syar’iyah. Perputaran matahari menjadikan adanya pergantian antara siang dan malam diatas permukaan bumi, diantara dalil-dalilnya :

Maksudnya : "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," (Surah Al Baqoroh : 258)

Terbitnya matahari dari timur merupakan bukti yang jelas bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi.

Maksudnya : “Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (QS. Al An’am : 78)

Didalam ayat ini dijelaskan bahwa tenggelam tersebut terjadi dari matahari bukan terhadapnya, seandainya bumi yang berputar maka akan dikatakan, فلما أفل عنها (maka tatkala dia tenggelam darinya)

Maksudnya : “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Az Zumar : 5)

Perkataan يكور الليل على النهار (Dia menutupkan malam atas siang) iaitu mengitarinya seperti perputaran pada serban, ini merupakan bukti akan perputaran malam dan siang terhadap bumi dan seandainya bumi yang mengitari keduanya maka akan dikatakan
يكور الأرض على الليل والنهار .

Maksudnya : “dan matahari berjalan ditempat peredarannya demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua. tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin : 38 – 40)

Kata berjalan yang ditempelkan kepada matahari dan adanya ketetapan dari Sang Pemilik izzah dan ilmu menunjukkan bahawa perjalanan tersebut adalah hakiki dengan ketetapan yang pasti sehingga menimbulkan pergantian siang dan malam dan berbagai musim.

Ketetapan bagi bulan manzilah-manzilah (posisi-posisi) menunjukkan perpindahannya terhadap bumi dan seandainya bumi yang berputar tentunya bumilah yang memiliki manzilah-manzilah terhadap bulan. Kemudian tidak mungkinnya matahari mengejar bulan dan malam mendahului siang juga menunjukkan pergerakan matahari, bulan, malam dan siang.

Nabi Muhammad SAW  bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam.

Maksudnya: ”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya). (Muttafaq Alaihi)

Kata-kata "Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)" begitu jelas menunjukkan bahwasanya mataharilah yang mengelilingi bumi dan kerana putarannya itu menjadikannya terbit dan tenggelam.


By: ULTIMA

0 org tak puas hati:

Catat Ulasan